Dalam sejumlah riwayat hadis yang dibawakan oleh Imam Ahmad dan An-Nasa’i disebutkan,bahwa Naufal radhiyallahu ‘anhu pernah meminta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar beliau mengajarinya zikir yang dibaca sebelum tidur. Untuk mengajarinya zikir yang hendaknya dibaca sebelum tidur. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengajarinya.
Nabi bersabda, “Bacalah: Qul yaa ayyuhal kaafiruun…” Maksudnya, bacalah seluruh surat Al-Kafirun, bukan hanya satu ayat: Qul yaa ayyuhal kaafiruun saja. Oleh sebab itu, beliau melanjutkan sabdanya, “Lalu tidurlah setelah membacanya hingga selesai.” Yakni hingga akhir surat. “Karena sesungguhnya surat ini merupakan bentuk berlepas diri dari kesyirikan.”
Yakni dalam surat itu terdapat penetapan tauhid dan penafian kesyirikan. Sebab tauhid tidak akan sempurna kecuali dengan dua unsur: penetapan dan penafian. Harus ada penetapan tauhid dan penafian kesyirikan.
Adapun maksud dan rahasia dari amalan ini adalah, bahwa apabila seseorang membaca surat Al-Kafirun sampai selesai, maka ia tidur dalam keadaan bertauhid. Bisa jadi ruhnya akan dicabut ketika ia sedang tidur. Dengan demikian ia termasuk orang yang ucapan terakhirnya di dunia adalah kalimat “Laa ilaaha illallaah”. Karena kandungan surat ini bermakna “Laa ilaaha illallaah.”
Itulah sebabnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lalu tidurlah setelah membacanya hingga selesai.” Yakni tidurlah dalam keadaan bertauhid
dan berlepas diri dari kesyirikan. Sehingga orang yang mengamalkannya dapat meraih keutamaan zikir ini dan keutamaan yang kita sebutkan tadi, yaitu kemungkinan ruhnya dicabut saat tidur, sehingga ia wafat dalam keadaan bertauhid, dan termasuk orang yang akhir ucapannya di dunia adalah “Laa ilaaha illallaah.”
=====
فِي رِوَايَاتِ الْحَدِيثِ عِنْدَ أَحْمَدَ وَالنَّسَائِيِّ أَنَّ نَوْفَلَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ طَلَبَ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُعَلِّمَهُ مَا يَقُولُهُ عِنْدَ مَنَامِهِ أَنْ يُعَلِّمَهُ مَا يَقُولُهُ عِنْدَ مَنَامِهِ فَعَلَّمَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَلِكَ
فَقَالَ اقْرَأْ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ أَيْ اقْرَأْ السُّورَةَ وَلَيْسَ هَذِهِ الْجُمْلَةَ فَقَطْ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَلِذَلِكَ قَالَ ثُمَّ نَمْ عَلَى خَاتِمَتِهَا عَلَى خَاتِمَةِ السُّورَةِ فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ
أَيْ أَنَّ فِيهَا إِثْبَاتَ التَّوْحِيدِ وَالْبَرَاءَةَ مِنَ الشِّرْكِ وَالتَّوْحِيدُ لَا بُدَّ فِيهِ مِنْ نَفْيٍ وَإِثْبَاتٍ لَا بُدَّ فِيهِ مِنْ إِثْبَاتِ التَّوْحِيدِ وَنَفْيِ الشِّرْكِ
وَالْمَقْصُودُ وَالسِّرُّ هُنَا أَنَّ الْإِنْسَانَ إِذَا قَرَأَ سُورَةَ الْكَافِرُونَ كَامِلَةً فَإِنَّهُ يَنَامُ عَلَى التَّوْحِيدِ وَقَدْ تُقْبَضُ رُوحُهُ وَهُوَ نَائِمٌ فَيَكُونُ مِمَّنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ مِنَ الدُّنْيَا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ لِأَنَّ هَذِهِ السُّورَةَ بِمَعْنَى لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
وَلِذَلِكَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ نَمْ عَلَى خَاتِمَتِهَا أَيْ نَمْ عَلَى التَّوْحِيدِ وَالْبَرَاءَةِ مِنَ الشِّرْكِ لِيَنَالَ الْإِنْسَانُ فَضْلَ الذِّكْرِ وَلِمَا أَشَرْنَا إِلَيْهِ مِنْ أَنَّ الْإِنْسَانَ قَدْ تُقْبَضُ رُوحُهُ وَهُوَ نَائِمٌ فَيَكُونُ قَدْ مَاتَ عَلَى التَّوْحِيدِ فَيَكُونُ دَاخِلًا فِي مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ مِنَ الدُّنْيَا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ